Jeruk Nipis

Cerita Saja

Istiqomah is (still) Available here

Naaah, apa itu istiqomah ? Singkat nya istiqomah itu berarti kokoh dalam aqidah *tak tergoyahkan* dan konsisten dalam beribadah. Makna ibadah itu sendiri luas sekali ya, meninggalkan perbuatan yang ga berguna pun termasuk ibadah,  baca ketikanku ini pun bisa jadi ibadah loh ;p *masalahnya isi niy ketikan berguna ape kagak* ;p

Kalo aku pribadi udah punye rules buat diri sendiri *sangat personal* yang sudah kutancapkan kuat kuat agar tak goyah diterjang badai. *ciaaaat*

Misalnya ada yang nanya ? Ooo, jadi mba ga nonton di bioskop ? Kenapa ? Emang nonton di bioskop haram ya ?

Eeem…itu karena saiah tidak punya cukup uang buat nonton di bioskop qiqiqi…

Syukuuur, kalo ada yang langsung terima dikasih jawaban begitu. Nah, kalo yang terus terusan nanya minta penjelasan ?

Akhirnya kukisahkan lah kisah *yang tak penting* ini kepada si penanya.

Kalo ada yang mau nonton di bioskop ya silahkan, tapi kalo aku tidak. Kenapa ? Ya karena, aku ga punya waktu untuk nonton di bioskop *loh, kan ini refreshing ? emang manusia ga bole refreshing? Bole donk meluangkan waktu* Trus karena aku sayang ama duitnya *loh, kan cuma sekali sekali, emangnya terus terusan* Trus, aku fikir, aku malas nonton rame rame dalem satu gedung dengan orang orang yang gak kukenal *lah, ga cuma bioskop kok, mol dan swalayan dan resto juga banyak kan orang yang ga dikenal*

Hehe…oke oke, satu hal lagi yang harus aku ungkapkan, kalo soal nonton pelem itu, aku bukan nya sekedar suka…tapi hobi…sekali lagi HO-BI…

Kembali ke masa jahiliyah lalu ku, masa muda ku, ketika aku menyia-nyiakan waktuku dengan keluar masuk bioskop untuk refreshing setiap hari,  kenapa dibilang refrehing setiap hari ? Karena bioskop nya ada 4 studio, semua pelem yang maen di studio itu akan aku tonton tanpa liat kadar kebagusan dari film tersebut, poko e tak tonton semua..refreshiiiiing….

Kok bisa ? Itulah kenyataan yang ada, tiket nonton ku yang berupa kertas tipis  itu kukumpulkan hingga bila ditekan tingginya nyaris mencapai 30 cm *terserah maw percaya ato tidak*

Apa siy yang kuperolah dari nonton selain refreshing ? Pengetahuan tentang film, so pasti itu…tapi masalahnya, itu ga masuk dalam pertanyaan ujian akhir nanti. Dengan kesimpulan, hanya kepuasan yang sia-sia, yang membuat ku seperti meminum air laut yang asin, tak menghilangkan dahaga malah membuat haus yang bertambah-tambah.

Ketika aku sudah berkerudung pun aku belum seutuhnya bisa kembali ke fitrahku yang seutuhnya. Janji dan ingkar kukerjakan bersama sama.

Ketika umroh di tahun 2001, aku terpesona dengan ungkapan seorang dai kondang yang menjadi pembimbing umroh kami, Blio mengatakan, ‘Bila kita ingin benar benar hijrah, cobalah tinggalkan hal dunia yang paling anda sukai, tak usah banyak-banyak, satu saja dulu, dan berjanjilah untuk tidak mengulanginya lagi’.

Aku berfikir keras, apa siy yang paling aku sukai di dunia ini ? Pacar ? Duh, ga punyaaa, dan alhamdulillah ga doyan pacaran *ga laku kalleeee*  Cincin berlian ? *emak emak sekali* Sudah pasti tak suka. Hmm…selain hobi nonton, aku juga sangat hobi bernyanyi. Jadi kalo ditanya apakah aku suka menyanyi ? Jawabnya tidak, karena aku HO-BI bernyanyi.

Berputar putar rasanya fikiran dan jiwaku memikirkan untuk meninggalkan keduanya. Semata mata karena aku percaya janji Allah, berhijrah itu ganjarannya surga. Ngincer surga niy. Betapa munafiq nya aku kalo bilang tidak, walo aku tau surga itu diberikan berdasarkan rahmat Allah subhanahuwata’ala semata.

Janganlah bicara surga dulu, berharaplah untuk tidak jadi santapan api di neraka kelak. Sedekah lah yang akan melindungi diri kita dari jilatan api neraka.

Betapa asyiknya bila dulu seluruh uang yang kuhabiskan untuk nonton itu kuberikan kepada sodara sodaraku yang tak mampu. Seandainya aku telah tau…semoga Allah subhanahuwata’alaa  mengampuni dosa-dosaku. *aamiiyn*

Tapi dunia dan akhirat kan harus seimbang ? Tidak, kejarlah akhiratmu, jadikan dunia sebagai batu loncatan. Aku ga berani main hitung hitungan amal, yang hanya bisa kulakukan adalah menjalankan segala perintah Nya dan menjauhi segala laranngan Nya.

Kalo la tak begitu konsisten dalam menjalankan perintah Allah subhanahuwata’alaa, setidaknya aku akan berusaha semaksimal mungkin dan sungguh-sungguh dalam menjauhi larangan Nya.

Jadi, kutinggalkan lah kedua hobiku itu dengan berat hati. Loh, kok berat hati ? Iyalaaa….aku kan manusia !! Manusia dhaif  pula !

Tidak kah kalian bayangkan, tatkala aku dibangunkan Allah subhanahuwata’alaa untuk kembali berjuang mempertahankan apa-apa yang kemarin sudah berhasil kita pertahankan ? Setiap bangun dari tidur, mau tak mau kuucapkan alhamdulillah dengan rasa pahit getir, kapan penderitaan ini akan berakhir ? Kapan aku bisa bebas dari memegang bendera istiqomahku yang kutancapkan kuat kuat agar tak goyah apalagi lepas dihantam cobaan dunia ? Kapan ?! Sungguh, telah luka luka telapak dan jari jemariku dalam menggenggam erat erat tiang bendera istiqamahku,  terkadang rasanya letih dan ingin menyerah bila tak mengingat akan kemuliaan manusia yang bertahan hidup di dunia tanpa tergoda akan kilau semu dunia.

Maka wahai saudara saudariku, tak usalah kau beri apa apa untuk ku, cukup bantu aku, beri aku kekuatan tambahan dalam memegang tiang bendera istiqomahku.

Aku sebagai residifis, sudah pasti akan begitu gampang tergoda. Jadi, tolonglah, marilah kita saling tolong menolong dan bahu membahu dalam meraih ridho Ilahi….yuuuk…..

enjoy reminder

Demi Masa

I’tiraf

Advertisements

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: