Jeruk Nipis

Cerita Saja

Archive for December, 2011

Istiqomah is (still) Available here

Naaah, apa itu istiqomah ? Singkat nya istiqomah itu berarti kokoh dalam aqidah *tak tergoyahkan* dan konsisten dalam beribadah. Makna ibadah itu sendiri luas sekali ya, meninggalkan perbuatan yang ga berguna pun termasuk ibadah,  baca ketikanku ini pun bisa jadi ibadah loh ;p *masalahnya isi niy ketikan berguna ape kagak* ;p

Kalo aku pribadi udah punye rules buat diri sendiri *sangat personal* yang sudah kutancapkan kuat kuat agar tak goyah diterjang badai. *ciaaaat*

Misalnya ada yang nanya ? Ooo, jadi mba ga nonton di bioskop ? Kenapa ? Emang nonton di bioskop haram ya ?

Eeem…itu karena saiah tidak punya cukup uang buat nonton di bioskop qiqiqi…

Syukuuur, kalo ada yang langsung terima dikasih jawaban begitu. Nah, kalo yang terus terusan nanya minta penjelasan ?

Akhirnya kukisahkan lah kisah *yang tak penting* ini kepada si penanya.

Kalo ada yang mau nonton di bioskop ya silahkan, tapi kalo aku tidak. Kenapa ? Ya karena, aku ga punya waktu untuk nonton di bioskop *loh, kan ini refreshing ? emang manusia ga bole refreshing? Bole donk meluangkan waktu* Trus karena aku sayang ama duitnya *loh, kan cuma sekali sekali, emangnya terus terusan* Trus, aku fikir, aku malas nonton rame rame dalem satu gedung dengan orang orang yang gak kukenal *lah, ga cuma bioskop kok, mol dan swalayan dan resto juga banyak kan orang yang ga dikenal*

Hehe…oke oke, satu hal lagi yang harus aku ungkapkan, kalo soal nonton pelem itu, aku bukan nya sekedar suka…tapi hobi…sekali lagi HO-BI…

Kembali ke masa jahiliyah lalu ku, masa muda ku, ketika aku menyia-nyiakan waktuku dengan keluar masuk bioskop untuk refreshing setiap hari,  kenapa dibilang refrehing setiap hari ? Karena bioskop nya ada 4 studio, semua pelem yang maen di studio itu akan aku tonton tanpa liat kadar kebagusan dari film tersebut, poko e tak tonton semua..refreshiiiiing….

Kok bisa ? Itulah kenyataan yang ada, tiket nonton ku yang berupa kertas tipis  itu kukumpulkan hingga bila ditekan tingginya nyaris mencapai 30 cm *terserah maw percaya ato tidak*

Apa siy yang kuperolah dari nonton selain refreshing ? Pengetahuan tentang film, so pasti itu…tapi masalahnya, itu ga masuk dalam pertanyaan ujian akhir nanti. Dengan kesimpulan, hanya kepuasan yang sia-sia, yang membuat ku seperti meminum air laut yang asin, tak menghilangkan dahaga malah membuat haus yang bertambah-tambah.

Ketika aku sudah berkerudung pun aku belum seutuhnya bisa kembali ke fitrahku yang seutuhnya. Janji dan ingkar kukerjakan bersama sama.

Ketika umroh di tahun 2001, aku terpesona dengan ungkapan seorang dai kondang yang menjadi pembimbing umroh kami, Blio mengatakan, ‘Bila kita ingin benar benar hijrah, cobalah tinggalkan hal dunia yang paling anda sukai, tak usah banyak-banyak, satu saja dulu, dan berjanjilah untuk tidak mengulanginya lagi’.

Aku berfikir keras, apa siy yang paling aku sukai di dunia ini ? Pacar ? Duh, ga punyaaa, dan alhamdulillah ga doyan pacaran *ga laku kalleeee*  Cincin berlian ? *emak emak sekali* Sudah pasti tak suka. Hmm…selain hobi nonton, aku juga sangat hobi bernyanyi. Jadi kalo ditanya apakah aku suka menyanyi ? Jawabnya tidak, karena aku HO-BI bernyanyi.

Berputar putar rasanya fikiran dan jiwaku memikirkan untuk meninggalkan keduanya. Semata mata karena aku percaya janji Allah, berhijrah itu ganjarannya surga. Ngincer surga niy. Betapa munafiq nya aku kalo bilang tidak, walo aku tau surga itu diberikan berdasarkan rahmat Allah subhanahuwata’ala semata.

Janganlah bicara surga dulu, berharaplah untuk tidak jadi santapan api di neraka kelak. Sedekah lah yang akan melindungi diri kita dari jilatan api neraka.

Betapa asyiknya bila dulu seluruh uang yang kuhabiskan untuk nonton itu kuberikan kepada sodara sodaraku yang tak mampu. Seandainya aku telah tau…semoga Allah subhanahuwata’alaa  mengampuni dosa-dosaku. *aamiiyn*

Tapi dunia dan akhirat kan harus seimbang ? Tidak, kejarlah akhiratmu, jadikan dunia sebagai batu loncatan. Aku ga berani main hitung hitungan amal, yang hanya bisa kulakukan adalah menjalankan segala perintah Nya dan menjauhi segala laranngan Nya.

Kalo la tak begitu konsisten dalam menjalankan perintah Allah subhanahuwata’alaa, setidaknya aku akan berusaha semaksimal mungkin dan sungguh-sungguh dalam menjauhi larangan Nya.

Jadi, kutinggalkan lah kedua hobiku itu dengan berat hati. Loh, kok berat hati ? Iyalaaa….aku kan manusia !! Manusia dhaif  pula !

Tidak kah kalian bayangkan, tatkala aku dibangunkan Allah subhanahuwata’alaa untuk kembali berjuang mempertahankan apa-apa yang kemarin sudah berhasil kita pertahankan ? Setiap bangun dari tidur, mau tak mau kuucapkan alhamdulillah dengan rasa pahit getir, kapan penderitaan ini akan berakhir ? Kapan aku bisa bebas dari memegang bendera istiqomahku yang kutancapkan kuat kuat agar tak goyah apalagi lepas dihantam cobaan dunia ? Kapan ?! Sungguh, telah luka luka telapak dan jari jemariku dalam menggenggam erat erat tiang bendera istiqamahku,  terkadang rasanya letih dan ingin menyerah bila tak mengingat akan kemuliaan manusia yang bertahan hidup di dunia tanpa tergoda akan kilau semu dunia.

Maka wahai saudara saudariku, tak usalah kau beri apa apa untuk ku, cukup bantu aku, beri aku kekuatan tambahan dalam memegang tiang bendera istiqomahku.

Aku sebagai residifis, sudah pasti akan begitu gampang tergoda. Jadi, tolonglah, marilah kita saling tolong menolong dan bahu membahu dalam meraih ridho Ilahi….yuuuk…..

enjoy reminder

Demi Masa

I’tiraf

Advertisements

Sail over 7 Seas

Tak terasa sudah menginjak 8 tahun pelayaran kami *duile bahasanye*

Banyak suka dan duka yang telah kami lalui *ya iyalaa, batu aja ada suka dukanya*

Sudah 2 makhluk hidup yang dititipkan kepada ku kami, sepasang makhluk laksana bidadari dan bidadara.. *alamak, tamba maut dah bahasanya*

Walaupun sang bidadari akhir-akhir ini agak menjengkelkan yaaa….*secara hari ini ‘aliyah memangkas nyaris habis poninya, ga beraturan donk ? tentu sajjah ! Model cacah maricah ga jelas dah poko na* kebalikan dengan si bidadara yang sangat menggemaskan xixixi *hari ini juga my baby boy tepat 3 bulan usianya*

Apa yang harus aku ungkapkan di 8 tahun anniversary ini ? Sama aja kayak hut kemarin kemarin, terima kasih kepada Allah subhanahuwata’ala yang selalu menjaga keutuhan rumah tangga kami. Selalu diperhatikan apa apa yang menjadi kebutuhan kami, walo yang diperhatikan ini kadang suka luput dari memerhatikan sang khalik dan kadang berkelakuan kayak kucing dan anjing dalam menyikapi masalah dalam rumah tangga *hehe, bongkar aib*

Namun kembali ke pedoman dan tujuan kami dalam berumah tangga, yaitu ibadah. Ibadah yang semata-mata hanya untuk mencari ridho Ilahi.

Kalo sudah mikir ibadah, semua kekesalan dan nestapa pun larut dalam samudera kesabaran.

Istiqomah dan husnudzon *ngutip status tetangga* menjadi senjata tak terkalahkan dalam menjelajah  nyeri perih belukar kehidupan rumah tangga.

Bola itu sudah digulirkan dan permainan harus dimenangkan.

Barokallah rumah tangga kami…semoga kami dapat selalu mencinta karena Allah subhanahu wata’ala dan menciptakan sakinah mawaddah wa rahmah…

aamiiyn ya Robbal ‘aalamiiyn…

Ini tausiyah wedding anniversary nya oleh ustadz Yusuf Mansur *network*  ^_^

Surah Al Furqon 2

“(Allah) yang menciptakan segala sesuatu, lalu Dia menetapkan atasnya Qadar (ketetapan) dengan sesempurnanya.”

#peristiwa peristiwa yang terjadi di alam semesta ini, baik dari sudut kejadiannya, dalam kadar/ukuran tertentu, itulah yang dinamakan takdir.

BBG #Ngajiyuk

ps : baca cara benar menyikapi takdir

 

Kejutan Awal Tahun

Begitu banyak permohonan yang kupanjatkan di awal tahun ini. Mohon ini mohon itu, minta ini minta itu *beda mohon ama minta apa siy ?* Semoga segera diijabah *mulai dye minta cepet*

Nah, ada satu niy yang ga masuk permohonan tapi dikasih *ampe sekarang lom tau hikmahnya*, dikasih apa coba ? Ulaaaaaaaaaaaaaaaaaar…..hiiiiiiiy…..

Ceritanya menjelang buka puasa tgl 10 muharam kemaren, aku ke dapur belakang yang kebetulan emang semi terbuka ala spanyol gitu *jangan bayangin dapur spanyol disono ye, karena beda banget* untuk memanaskan sayur tauco buncis pete kesukaanku *buka puasa yang berat euy*

Setelah sekitar 3 menit berdiri memanaskan sayur itu, aku berbalik dan ..TADA !!! Aku melihat sesuatu yang gelap kehijauan, segede kelingking dengan panjang sekitar 30 cm tergeletak tak bergerak sekitar 20 cm dari telapak kakiku *oooooh*

Otomatis aku meloncat, kuharap itu tali, tapi ternyata tali ini berekor dan berkepala ulaaaaaaaaaar…oh ulaaaaaaar *sekali lagi* ulaaaaaaaaaaaaaaaaaaar…..

Aku merinding bukan kepalang, kegelian ga karu karuan, menggelinjang sana sini, dan menjerit histeris *kali ini asli bukan lebay*

Aku sempet berfikir, ini beneran ular, atau aku yang halusinansi karena hipoglikemi akibat puasa ? Ku amati dari pintu dapur, ular itu benar-benar tak bergerak. Duh, apa niy ular uda mati diinjek mba asih tadi siang, trus mba asih lupa buang ?

Trus aku inget kata kata suami ku, kalo ada ular dalam rumah, hati-hati, mungkin itu jin. dan aku pun lagsung baca jampi jampi ‘jopa japu pinjal tu mane asu’ *hehe, itu mantra warkop dink*

Aku baca aja ta’awudz dan doa pengusir jin lainnya, tapi ular itu tetap diam, tidak meledak menjadi asap lalu menghilang, tidak. *kebanyakan nonton pelem*

Akhirnya, aku pake bahasa indonesia yang baik dan benar, ‘wahai ular, kalau kau memang ular, kembali lah ke habitat mu, tapi kalau kau ular jadi jadian dari jin, musnahlah kau !’ *boo, bahasanya*

Katanya siy sambil digetok ! Duh, secara ya, liat nya aja geli maw getok pula, jadilah aku maen tunjuk-tunjuk aja ala penyihir gagal. *si ular mungkin mikir, guwa kagak ngarti lu ngomong apa, lu kata elu harry potter apa bisa ngomong ama guwa*

Lalu aku ke kamar putriku, mengajaknya ke dapur untuk membuktikan bahwa bukan cuma aku yang melihat ular itu.

“Kamu liat itu kan nak ?”

“Liat, kursi punya dedek ?”

“Duuh, bukaaan, yang dilantai itu nak, yang item itu, yang kayak ular, eh, emang ular ya…”

“Liat mi, itu ular ya ?”

“Iya nak, tapi ummi takut bunuh nya..”

“Eh, jangan dibunuh mi, dia kan mahluk Allah, kita harus baik sama dia, nanti dia baik juga sama kita.”

Booooo, plis nak, simpen deh khutbahnye, makhluk yang gimane dulu kudu dibaikin, kalo yang nyeremin dan suatu saat bisa makan kite mah ogah.

Akhirnya, aku telpon mba asih apakah tadi dia bunuh ular dan lupa buang ? Jawabannya tidak.

Saran mba asih, buang aja pake sapu. Ow nooooo…..nanti dia bergerak cepat melingkari sapu melata menuju diriku, oh, tidaaaaaaaaaak….

Lalu ku bbg grup tetangga, kuteriakan pada dunia *lebay* bahwa di rumah ku ada ular.

Dalam hitungan menit tetanggaku datang bersama asistennya, siap mengusir si ular. Eh, ternyataaa….ular nya TIDAK ADA LAGI ?!!! Ya Allah…kemana diaaaaa….plan A gagal.

Kutanya ke asisten tetanggaku, kamu pernah bunuh ular ? Belum.

Berani sama ular ? Enggak. Allamaaaaaak.

Ga usah aja dye, dari pada ntar malah dia digigt ular trus matek, lebih serem lage dah.

Tanpa sadar magrib uda lewat 5 menit, aku lom batalin puasa ! So, minum dulu dah, dan alhamdulillah uda agak tenang. *ternyata tadi histeria karena lapar yaaa*

Satu lagi tetangga dateng, menyarankan untuk menaburi jalan depan pintu dapur dengan garam. Oiyaa yaaa….garam buat proteksi ! Mengapa garam ? karena garam hipertonis dan ular hipotonis. *inget masa pramuka*

Oke, plan B sudah dilaksanakan. *ini masuk plan ga ya ?*

Cerita cerita bentar ama tetangga sebelah, kalo ular nya berwarna hijau gelap itu biasanya ular daun. Ow, bukan ular sawah atau ular air yang bisa terbang dan berbisa itu ya ?

Kalo warnanya ga gonjreng artinya tidak berbisa, dan sebaliknya. Oo iiyyaaa…*inget pramuka lagi*

Duuuh, kalo inget tadi nape ga nekat aja ya tu uler kucolek pake sapu. *udah berlalu bu, jangan kayak nenek nenek yang doyan berandai-andai* ;p

Sekarang tak tau rimbanya tu uler, sembunyi dimanakah dia ? Yang ku tau, hewan itu ya mana mau tinggal di tempat yang bukan habitatnya. Lah, kenapa ada ular di dapur yang berlantai keramik ?

Hipotesa ku ya, anak ular ini nakal, di ga nurut kata ibunya, maen jao jao, ngelayap dari daun ke daun, sampe ke daun rambat yang menjuntai ke dapur ku, scara dibelakang rumahku itu tanah kosong yang ditumbuhi sgala macam tanaman liar termasuk tanaman rambat. *nyesel kemaren ga cepet cepat ngebabat tu taneman, malah kunikmati keindahannya yang menjuntai itu* Jadinya jatoh kaaaaan, eh, ga tau ya dia jatoh atau memang memutuskan untuk tinggal bersama kami ?!! Huwaaaaaa……go, go away…hiduplah bersama kaummu ! Kami bukan pencinta ular, tidak licik seperti ular, apalagi penari ular… *ngelantur dye, belom dipatok udah ngaco*

Malam menjelang isya, tetanggaku datang lagi, meminjamkan kucing betina nya yang lagi hamil untuk diletakkan di dapur. Duuuuh, kasian kan kumil disuruh betarung ama ular.

Gapapa kata tetanggaku, kucingnya ini udah biasa nyantap apa aja, dijamin jagoan, lagi hamil pula ! Kebayangkan kalo betina lagi hamil itu gaharnya ampon amponan *guwe maksute*

Dan Plan C pun dilaksanakan. Kuintai si kumil dari balik jendela kamar aliyah, wah, bener bener profesional, gaya nya persis kopasus yang lagi jagain presiden, siaga tiga bo !! Senangnya, semoga ularnya takut, dan langsung merayap lari ke hutan belakang. *atau paling aman ya dimakan sama si kumil, kasian juga ular itu, bakal mati muda*

Suamiku pulang, “Loh, mba asih nya mana mas ?” Secara mba asih ini cukup ajaib, dia ga takut sama binatang apapun *waw* mau melata kek, melete kek, apalagi melotot *aiiih* Ampon dah, kalo aku mah paling geliiiii sama hewan melata berdarah dingin gt…serreeeem…

Maksudku supaya mba asih yang menyisir tiap sudut ruangan dapur itu mencari si anak ular. Tapi kata suami ku ga perlu, dia berani. Hah ?!! Sejak kapaaaan ? kayaknya di rumah ini cuma aku dye yang berani menghadapi yang begituan. *gosip semata* ;p

Sekitar jam 9 malam si kumil ngeong ngeong minta dibukain pintu. Loh, anda kerja sampai besok loh ! Apa tugas anda sudah kelar ? Si kumil ga perduli, dia menerobos masuk, memandang ku seolah berkata, “Kasianilah saya, saya capek banget, ingat, saya ini lagi hamil tua loh.”

Duuuh, kamu lapar yaaaa….kukasih makanan supaya si kumil mau lanjut kerja. Ternyata tidak, kumil ga mau makan dan memutuskan untuk pulang ke rumahnya *tetangga sebelah maksute* Kumil melangkah lemah lunglai menuju pintu ruang tamu. Apakah kumil sudah makan tu anak uler ya ? Duh, beneran dah tu uler mati muda. Tapi kok kayaknya enggak, malah aku curiga si kumil minta pulang karena insting kehewanannya memberikan tanda bahaya kayaknya. Walah, jangan jangan si anak uler kagak yatim piatu ! Jangan jangan malah si anak uler ini punya keluarga besar dan dia anak kesayangan serta favorit eyangnya !! Gawaaaat…may day mayday….plan C aborted and failed.

Oke, Plan D akan dilaksanakan besok oleh engkong aja *engkong adalah tukang pribadi kami yang serba bisa, halah*

Besoknya, si engkong pun datang, menyisir sudut sudut dapur dan nihil T_T

Lalu engkong membabat tanaman rambat ples pu un pu un dibelakang rumah kita.

Pesan si engkong, gapapa kok, uler nya paling uda balik ke hutan, dia ga mau tinggal di rumah kok.

Loh, kalo ternyata uler yang satu ini ga mau balik ke hutan gimana ? Karena ternyata anak uler ini sebatang kara, maka dia berkelana mencari keluarga baru yang bisa memberikannya kasih sayang ? *duile, gile aje ngadopsi uler*

Belum lagi kalo dia mencari penghidupan yang layak, bosen tinggal di hutan, pengen nya di rumah, biar bisa hidup bersih dan sehat *buuuuk, tambah lebbay dye ceritanyaaaaa*

Hehehe…gitu dye kira kira kisah heboh di 10 muharam.

Pesan moral, jangan takut sama ular, karena ular itu makhluk Allah yang kalo dibaikin dia akan baik juga. *niru khutbah aliyah niyeeee*

Gara gara ular ini, aku menggugel tips cara mengusir ular, salah satunya ada yang menceritakan kalo rumah kemasukan ular itu karena 3 hal yaitu :
1. Ada janji yang tidak saya tepati *wadoh ! janji joni kah ?*
2. Pertanda akan mendapat kekasih sejati *piye to ?!! kekasih sejati sopo iki yang bikin aku beranak duwo eee*
3. Serangan santet/ ilmu gaib. *nah, ini yang kupercaya. Tapi siapa pula yang mao nyantet niy ?*

Trus cara mengusir ular pake alat, yaitu menggunakan sebuah bambu, lalu diberi kawat dan simpul tali pada ujungnya untuk menjerat kepala dan badan ular tersebut (hanya bisa dilakukan pada ular kecil dan sedang). Alat ini di buat dengan sangat darurat, bisa juga dibuat dengan menggunakan pipa PVC seperti di artikel berikut : Snake Catcher *haruskahku memiliki alat ini ???*

Inilah salah satu resiko bila tinggal di perumahan mewah *mepet sawah* ;D sesuatu banget dyeee…

*ya ampooooon, panjang amat yak guwe becerita !!! Dasar emak emak doyan ngoceh yaaa….*

Ummi Geloooooo

Alhamdulillahirobbil’alamin, hari ini ga selemes kemaren *kurang makan ?*

Udah lemes, anak rewel, haaa, lengkap sudah rasanya.

Disinyalir lemasku ini karena kurang tidur, maklum, bayi ku yang kedua ini salah siklus, dia bangun dikala semua orang tertidur *kayak tahajud aje*.

Udah gitu, nangis ngusel ngusel ga jelas, di usia nya yang belom 3 bulan itu, beratnya udah 7 kilo lebiii, kebayang donk emaknya yang kurus kering ini merasa sangat terbebani.

Keletihan adalah pemicu amarah, jalan syaiton kayaknya, lah, masa ada orang yang ga boleh dan ga bisa letih ? Jujur, letih fikiran itu lebih berat dari letih fisik. Seperti nya aku sedang letih fikiran *apa siy yang kau fikirkan ?*

Aku letih karena aku merasa akhir-akhir ini kok hidup berasa hampa. Padahal ada bayi lucu nan ganteng saban hari depan mata ;p

Hampa ini dikarenakan ibadahku yang kini rasanya sangat standar dan morat marit. Semua serba sedikit, sholatnya sedikit, ngajinya sedikit, sedekah nya sedikit, yang banyak makan ama ngomong doank…astaghfirullah….semoga ini cepat berlalu… *keluh kesah tak berujung* ;p

Oiya, kemarin, saking sebelnya sama bayiku yang nangis ga kelar kelar, uda ditimang timang, ayun-ayun, loncat loncat, nyanyi nyanyi, kasih susu berkali kali tapi teteeeeeeeeup aja ga tenang *pup nya udah dibersihin loooh*, mana suami dan aliyah lagi pada kondangan, akhirnya terjadilah kejadian laknat itu…aku menabok pantat bayiku yang berlapis diaper, ga keras siy, tapi itu cukup membuatnya terdiam, lalu…..menangis kencaaaaaaaaaaaaaaaaaang…….

Astaghfirullah, maafin ummi ya nak, bukan masalah kencengnya, tapi kok aku tega ya….ibu macam apaaaaaa aku ini….*pengen jedotin kepala ke bantal, kalo ke tembok kan sakit*

Maafin aku ya Allah, yang lemah dalam mengemban amanah ~_~